Ngobrol di Sini

Menjalankan File Aplikasi dari Flash

Untuk menjalankan file aplikasi kita harus menggunakan action script [exec]. ActionScript (AS) ini terletak di [Global
Functions]>>[Browser/Network]>>[fscommand]. Sintaksnya sebagai berikut
fscommand("exec", "tes.exe");
Dimana [tes.exe] merupakan file aplikasi yang akan dijalankan. Terdapat beberapa ketentuan dalam menggunakan AS
ini, diantaranya:
- AS ini tidak berfungsi pada browser
- Hanya berfungsi pada stand-alone (flash yang dipublish menjadi file aplikasi/*.exe), dan tidak berfungsi pada file
Shockwave Flash (ekstensi *.swf).
- Tidak berfungsi pada test-movie players (Ctrl+Enter).
- Hanya boleh berisi karakter A-Z, a-z, 0-9, period (.), dan underscore (_).Hal yang paling penting adalah meletakkan file
aplikasi di subfolder [fscommand]. Contoh: Jika file flash terletak pada folder [My Documents] maka kita harus membuat
folder lagi di my documents yang bernama [fscommand]. Kesalahan yang sering terjadi adalah tidak diletakkannya file
aplikasi di folder fscommand.

---// Menjalankan file selain aplikasi.
File non aplikasi memerlukan file pembukanya. seperti file text (*.txt) memerlukan file pembuka yakni [notepad.exe],
makanya untuk kasus ini kita juga harus menyertakan file pembukanya. Misalnya file yang akan kita buka adalah file
dokument 'virtual lab electric' yang ekstensinya [*.ele],. Untuk itu file ini harus kita letakkan di folder fscommand
(misalnya namanya sample.ele), jangan lupa file pembukanya (master program virtual lab electrict /elec.exe) di folder
yang sama.
Setelah itu kita membuat file bat dan menuliskan kode berikut
@ Echo off
@ "elec.exe" "sample.ele"
@ exit
Ket:
>>@Echo off
|-- agar perintah kita tidak ditampilkan
>>@ "elec.exe" "sample.ele"
|-- ini yang penting, jadi file 'sample.ele' dijalankan oleh file 'elec.exe'. sintaksnya [tanda kutip][file master][kutip
penutup][spasi][tanda kutip][file yang akan dibuka][kutip penutup]
>>@exit
|-- keluar dari program

setelah itu pada Action script tuliskan fie bat tersebut. Jadi yang dijalankan bukan file [elec.exe] atau [sample.ele] teta
file bat tersebut, kemudian file bat itulah yang akan memanggil file [sample.ele]
---//Cara lain
dengan membuat file aplikasi ( bisa menggunakan visual basic) kemudian tambahkan kode berikut:
Private Sub Form_Load()
Shell Chr(34) & "elec.exe" & Chr(34) & Chr(32) & Chr(34) & "sample.ele" & Chr(34)
End
End Sub
Ket:
>> shell adalah fungsi untuk menjalankan aplikasi lain
>> Chr(32) sama dengan spasi
>> Chr(34) adalah kode Acsii untuk tanda kutip ["]
>> Kode [Chr(34) & "elec.exe" & Chr(34) & Chr(32) & Chr(34) & "sample.ele" & Chr(34)] menghasilkan ["elec.exe"
"sample.ele"]
>> End untuk menutup aplikasi

Setelah itu kita simpan file aplikasi buatan VB ini (misalnya bernama [run.exe]) di folder fscommand bersama file
elec.exe dan sample.ele, kemudian isikan pada parameter 'exec' dengan [run.exe]. Jadi pada saat file flash dijalankan
ActionSAcript 'exec' dijalankan, ia akan memanggil file 'run.exe' kemudian file run.exe inilah yang akan memanggil file
elec.exe dan membuka file sample.ele.
Demikianlah sekilas mengenai cara menjalankan aplikasi dari Macromedia Flash.

^_^

Contributed by Hartoto

Tips Menghindari Penipuan dan Pencurian Identitas Online

Pencurian online merupakan salah satu tindak kriminal di dunia maya yang memanfaatkan email, situs internet, chat room atau pesan di halaman account Anda. Ada beberapa jenis dari aksi kejahatan ini, yakni phising dan pharming scam, yang menggunakan email atau situs internet untuk mengelabui si penerima pesan agar terayu untuk memberikan data pribadi, seperti data kartu kredit, nomor keamanan sosial, dan password account penting mereka.

Namun, meski gerakan si pencuri ini kian gerilya, bukan berarti sulit untuk menghindarinya. Simak tips dasar untuk menghadapinya sehingga kita tak terjerumus penipuan dunia cyber ini yang diramu Symantec:

Yang Harus Dilakukan :

* Pertimbangkan untuk menonaktifkan fitur file sharing di komputer Anda.
* Berhati-hatilah ketika membuka file attachment, terutama dari pengirim yang tak dikenal.
* Biasakan diri untuk mamahami kebijakan privasi di internet, terutama jika Anda diminta untuk memberikan data-data sensitif atau personal.
* Kontrol ketentuan yang ada di bank dan kartu kredit secara teratur.
* Instal dan update secara reguler software firewall, antivirus, dan anti spyware Anda. Kami merekomendasikan gunakan Norton Internet Security untuk perlindungan yang lebih komprehensif.
* Terus pertahankan kebiasaan mengupdate sistem operasi Windows serta aplikasi-aplikasi lainnya dengan tambalan terbaru.
* Perkuat dan amankan password dengan hati-hati, atau pertimbangkan juga untuk menggunakan software pengamanan password. Norton Internet Security juga mampu mengenkripsi password untuk lebih mengamankan penyimpanan data, akses ke komputer sehingga lebih terhindar penggunaan tangan usil. Selain itu, software ini juga akan memberitahu pengguna jika ada situs yang menawarkan keperluan untuk login.
* Kunci mailbox Anda.
* Hancurkan atau robek-robek rekap atau informasi yang didapat dari penggunaan kartu kredit atau bank sebelum dibuang.
* Cek account bank dan kartu kredit Anda setiap bulan.
* Manfaatkan laporan gratis transaksi kartu kredit Anda.
* Jika Anda merasa telah menjadi korban pencurian identitas atau kejahatan cyber lainnya, laporkan ke pihak berwajib secepatnya.

Yang Harus Dihindari :

* Jangan berikan data pribadi kepada siapapun via ponsel ataupun secara langsung (termasuk untuk keperluan mencari pekerjaan, mengajukan pinjaman, dan lainnya) kecuali jika Anda benar-benar yakin bahwa orang atau institusi tersebut dapat dipercaya.
* Jangan mudah percaya dan lantas membalas email yang masuk dengan memberikan data pribadi Anda, termasuk kepada situs yang didapat dari link-link, atau iklan pop-up yang tiba-tiba muncul di layar. Lebih baik, buka halaman browser baru dan ketikkan URL yang dituju secara langsung di address bar untuk memastikan kalau situs itu legitimate.
* Jangan simpan data keuangan di laptop kecuali jika memang benar-benar dibutuhkan. Sebab, komputer jinjing lebih mudah dan sering dicuri ketimbang komputer desktop.

Melindungi / Proteksi File SWF dan EXE buatan Adobe Flash

SWF dan EXE, Kedua format tersebut merupakan hasil kompilasi dari file source milik Adobe Flash yaitu FLA. Tapi tahukah Anda bahwa kedua format file tersebut ternyata dapat dibongkar kembali?
Seperti layaknya orang yang mau berperang, biasanya kedua belah pihak akan saling mencari informasi tentang strategi dan senjata apa saja yang akan digunakan oleh musuhnya. Nah, begitu juga yang akan kita lakukan. Yang akan kita lawan adalah para pembajak hak cipta J. Dalam artikel ini kita akan melihat software apa saja yang biasa digunakan sebagai decompiler file SWF dan EXE milik Adobe Flash.

Piranti Lunak Pembobol SWF

Para peselancar Internet tentunya sudah mengetahui kehandalan file SWF dalam memuat sebuah konten Multimedia. Format SWF digunakan secara luas dalam berbagai bentuk konten yang ada diInternet. Situs, Company profile, e-card, forum, e-book, games online, dan animasi yang ada di Internet sekarang ini merupakan contoh produk yang dapat dibuat dengan Adobe Flash, tentunya dengan format SWF.

Namun dibalik kehandalannya, format SWF juga memiliki sisi kelemahan yang cukup fatal. Pasalnya dengan sebuah aplikasi decompiler file SWF yang tersedia di Internet, kita dapat membongkar kembali file hasil compiler tersebut. Kita dapat mengambil ActionScript, suara, gambar, serta informasi teknis lainnya seperti frame rate, jenis font yang digunakan, serta tehknik pembuatannya. Salah tool decompiler terbaik yang penulis temukan adalah Sothink SWF Decompiler.

Dengan mudahnya, ActionScript yang terdapat didalam file SWf tersebut dilihat dan dapat di salin oleh orang lain. Tentu sangat tidak menguntungkan bagi para developer yang membuatnya namun menjadi keuntungan bagi para developer baru. Anda bisa mengunduh software ini di http://www.sothink.com. Dalam artikel ini penulis mengggunakan Sothink SWF Decompiler MX 2005c Build 51108. Dalam versi ini Sothink SWF Decompiler mampu melakukan decompiler untuk Flash Player 8 dan ActionScript 2.0.
Format EXE Belum Tentu Aman!

Setelah mengetahui kelemahan format SWF, banyak orang langsung berpikir untuk merubah format hasil karya mereka menjadi bentuk EXE. Meskipun hasil karya yang dibuat tidak dapat ditampilkan secara online di Internet, kemungkinan untuk “di curi” semakin kecil pikirnya. Apa lagi jika membuat games online yang biasanya meangandung banyak ActionScript, tentu saja pembuatnya tidak rela jika dalam waktu kurang dari 5 detik, semua jerih payahnya disalin oleh orang lain.

Jika Anda masih berpikir demikian, segera ubah persepsi Anda. Kini format EXE sama tidak amannya dengan format SWF. Dengan bantuan tool khusus, format EXE dapat dengan mudahnya diubah kembali menjadi format SWF. Tidak percaya? Coba unduh terlebih dahulu paket instalasi piranti lunak bernama Sparkle FlashKeeper di http://www.flashkeeper.com. Segera install pada PC Anda lalu jalankan aplikasi ini.

Pada menu utama, pilih menu [Tool] > [Convert Exe to Swf] lalu tentukan sumber file EXE yang akan diubah menjadi SWF serta tempat tujuannya. Kalau sudah tekan tombol [Ok] (Gambar 3). Tanpa perlu menunggu lama format file tersebut akan dirubah menjadi SWF, sehingga Anda mempunyai dua file dengan format EXE dan SWF. Kalau sudah berubah formatnya menjadi SWF, gunakan saja Sothink SWF Decompiler untuk melihat jeroannya. Mudah bukan?
SWF Protect : Tool Proteksi SWF Yang Handal

Diawal artikel kita telah membahas tentang rentannya keamanan file SWF. Nah, jika ada tool canggih untuk membobol file SWF seperti Sothink SWF Decompiler, kini ada lawan yang tangguh untuknya, namanya SWF Protect. Pada artikel ini penulis menggunakan SWF Protect 1.6. Silahkan Anda unduh aplikasi ini di http://www.swfprotect.net. Tanpa perlu melakukan instalasi Anda sudah dapat langsung menjalankan aplikasi ini. Pada versi trialnya aplikasi ini hanya dapat dijalankan sampai 10 kali pemakaian. Ya lumayan untuk sekedar mencoba.

Antar muka aplikasi ini sangat sederhana. Pada bagian sebelah kiri terdapat fitur File Explorer yang dapat digunakan untuk menjelajah direktori tempat file SWF milik Anda berada. Nah, cari letak direktorinya melalui fasilitas ini. Dibawahnya ada panel [SWF Files]. Pilih file SWF yang akan diproteksi. Jika sudah tekan tombol [Protect File]. Tanpa harus menunggu lama file SWF yang telah terproteksi segera dibuat. Secara standar namanya adalah Protected_namafile.swf.

Untuk membuktikan apakah file tersebut sudah aman, coba bongkar jeroannya dengan cara yang penulis jelaskan diawal artikel menggunakan Sothink SWF Decompiler. Kini tidak perlu lagi yang Anda khawatirkan, karena SWF Protect telah mengunci ActionScript milik Anda. Sothink SWF Decompiler ternyata tidak mempu menerjemahkan enskripsi yang dilakukan oleh SWF Protect terhadap file SWF tersebut. SWF Protect 1.6 bisa digunakan untuk memproteksi format file SWF Flash 8 dan ActionScript 2.0.
MDM Zinc v2.5 : Bikin Format EXE Secara Permanen

Untuk menangani format EXE, piranti lunak MDM Zinc adalah gacoannya. Aplikasi ini dapat merubah format SWF menjadi EXE secara permanen sehingga tidak memungkinkan lagi untuk melakukan decompiler terhadapnya. Nah, sekali lagi cara untuk membuktikannya adalah dengan mencobanya.

Unduh terlebih dahulu MDM Zinc di http://www.multidmedia.com. Dalam artikel ini penulis menggunakan MDM Zinc v2.5 Version 2.5.0.29 Trial Edition. Aplikasi ini sebenarnya memiliki banyak fitur menarik didalamnya. Namun yang akan kita gunakan adalah fasilitas standar yaitu merubah format SWF menjadi EXE. Pada bagian utama antarmuka aplikasi ini pilih tab menu [Input File]. Pada panel [Input Source] dan [Output] atur letak sumber file SWF dan tempat tujuan file EXE yang akan dibuat. Jika sudah tekan tombol [Build] yang ada pada bagian pojok kanan bawah program. Segera file EXE ala MDM Zinc akan dibuat.

Nah, sekali lagi kita coba tool decompiler EXE bernama Sparkle FlashKeeper untuk membongkar EXE yang tadi kita buat. Setelah penulis coba ternyata aplikasi ini tidak mampu melakukan konversi terhadap file EXE tersebut. Dengan demikian kemungkinan terjadinya decompiler akan semakin kecil. Namun sayangnya MDM Zinc bukan aplikasi gratis. Jika menggunakan masa trial, file EXE milik Anda akan mengandung splash screen dan konten yang menampilkan iklan.

Proteksi Sederhana Untuk Fomat SWF

Jika file SWF milik Anda adalah sebuah film animasi, menggunakan tool SWF Protect untuk memproteksinya mungkin agak terlalu berlebihan, sebabnya aplikasi tersebut memang dirancang untuk mengunci ActionScript, bukan objek-objek yang terkandung didalamnya. Apalagi mengingat aplikasi tersebut tidak gratis.

Tanpa menggunakan aplikasi tambahan apapun sebenarnya Adobe Flash sudah mempu untuk “mencuri” berbagai objek yang terkandung dalam suatu file SWF seperti shape dan gambar raster. Anda hanya perlu menjalankan perintah dimenu [File] > [Import] > [Import to Stage…]. Pilih file SWF yang ingin “dicuri” objeknya. Lalu klik [Open]. Dengan cara begini saja Adobe Flash mampu melakukan “pencurian” sederhana.

Kalau saja film animasi hendak di proteksi, gunakan saja proteksi dengan cara yang sederhana pula. Kita akan mencoba memproteksinya langsung dari Adobe Flash. Sebelum melakukan publish, pilih menu [File] > [Publish Settings…]. Pilih tab menu [Flash] lalu beri tanda pada kotak [Protect from import]. Pada bagian passwod, ketik kata sandinya. Usahakan lebih dari 6 karakter. Kalau sudah publish flash movie Anda.

Nah sekarang coba Import kembali flash movie Anda dengan cara yang telah diterangkan diatas. Sebuah kotak dialog akan muncul menyakan kata sandi yang digunakan pada saat mem-publish flash movie. Jadi file SWF tersebut sudah sedikit lebih aman berkat adanya fasilitas proteksi sederhana dari Adobe Flash. Namun tetap ingat, objek yang ada didalamnya masih bisa dicuri dengan Sothink SWF Decompiler.

Trik Proteksi Sederhana Untuk Fomat EXE

Untuk format EXE, Adobe Flash memang tidak menyediakan fasilitas proteksi apapun. Tapi kita masih bisa mengelabui user dengan cara mengganti ikon dan keterangan yang ada dalam file EXE tersebut. Jadi user tidak mengetahui Adobe Flash versi berapa yang kita pakai untuk membuatnya. Anda dapat memanfaatkan freeware bernama Resource Hacker. Anda bisa mendapatkan tool mungil ini di http://rpi.net.au/~ajohnson/resourcehacker. Dalam artikel ini penulis menggunakan Resource Hacker versi 3.4.0.79.

Tanpa perlu melakukan instalasi Anda sudah bisa menggunakan tool ini. Cara penggunaannya tidak terlalu rumit. Pertama buka file EXE melalui [File] > [Open…]. Pada bagian sebelah kiri jendela terdapat menu berbentuk tree. Pilih menu [Version Info] > [1] > [1033]. Pada resource ini Anda dapat memanipulasi keterangan yang ada pada suatu file EXE buatan Flash. Misalnya nama perusahaan, versi Adobe Flash yang digunakan, dan lain-lain.

Masih banyak lagi yang dapat Anda manipulasi dengan aplikasi ini. Coba jelajahi setiap tree menu yang ada. Pilih resource dengan nama 1033. Nama tersebut merupakan kode dari bahasa Inggris dalam Flash Player. Karena versi Adobe Flash yang kita gunakan kebanyakan versi bahasa Inggris, kecuali Anda menggunakan Adobe Flash versi bahasa lain, bahasa Prancis misalnya. Jika Anda telah selesai memanipulasi ikon, menu, atau keterangan lainnya, tekan tombol [Compile Script]. Setelah itu simpan file tersebut melalui menu [File] > [Save As…]. Jangan lupa memberikan ekstension .exe diakhir nama file.

Tidak Ada Format File Yang 100% Aman

Kedua format populer yang dihasilkan Adobe Flash yaitu SWF dan EXE memang telah memiliki spesialis software pihak ketiga yang dapat digunakan untuk mengamankannya dari pembajakan hak cipta. Namun Anda perlu tetap ingat, selalu ada cara yang dapat digunakan untuk menembus sistem buatan manusia. Bisa saja suatu hari nanti akan ada aplikasi yang dapat menerjemahkan enksripsi dari SWF Protect dan mampu mengkonversi EXE milik MDM Zinc menjadi bentuk SWF. Dan perlu penulis ingatkan bahwa aplikasi decompiler semacam Sothink SWF Decompiler dan Sparkle FlashKeeper bukanlah musuh utama Anda. Aplikasi ini memiliki image negatif karena banyak disalahgunakan oleh para pembajak, sehingga merugikan para developer Multimedia interkatif.

Oleh sebab itu terus ikuti perkembangan TI khususnya dalam hal ini issue seputar Adobe Flash. Cobalah bergabung dengan komunitas pengguna Adobe Flash misalnya forum ataupun milis yang secara khusus membahas tentang Adobe Flash.